Alvian's Way of Life..

Just a Share of This Bitter-Sweet Life.. Different From Yours, This is Mine.. :)

Aku Sedang Rendah

Kosong, hilang konsentrasi, tidak fokus, lemah.
Inilah aku dalam dua minggu kebelakang.

Jenuh, hati merasa apatis, tubuh terasa lelah, sikap menjadi tidak baik, terlalu banyak buang waktu. Entah apa sebabnya.

Aku butuh sahabatku. Aku kirim pesan singkat padanya. Jawabnya hanya simpel saja. Ia memintaku membuka Surah An-Nahl ayat 30.

Aku periksa mushaf-ku. Oh ternyata aku tinggalkan ia sudah seminggu. Ini dia sebab kenapa belakangan kepala terasa bebal, batin terasa kosong.

Oh sungguh tak lama aku buka, sambutan ayat tersebut adalah tentang Jannatu ‘Adn. Sontak bercucuran air mata. Syaratnya adalah berbuat baik.

Berikutnya datang ancaman, bagi yang memperolok-olok peringatan Tuhan, maka balasan yang setimpal sudah menunggu.

Terimakasih sahabatku. Mudah-mudahan pengingatmu padaku jadi amalan baik yang tak terputus bagimu.

Insya Allah Ini Janjiku

Entah, rasanya diri ini yakin mudah-mudahan tahun depan aku sudah berkeluarga.

Cuma selintas pikiran selepas tidur siang, aku lihat adik laki-lakiku tertidur dan ini waktu ashar. Aku usap kepalanya dan aku ingatkan shalat. Langsung saja, imajinasiku liar. Aku rasakan seolah aku sedang hadapi Alvian juniorku nanti.

Berkeluarga berarti aku jadi ayah. Tak mudah rasanya jadi sosok pemimpin keluarga. Pendekatannya harus dengan hati, boleh dengan emosi tapi di saat yang tepat.

Aku punya janji untuk diriku sendiri. Panas rasanya waktu menulis ini, ingin kusegerakan menjalankan janji ini.

Aku ingin sayangi pendampingku nanti. Dialah yang diturunkan Allah untuk lengkapi titik berlubang di hidupku. Siapapun itu.

Imam, ya, aku harus jadi Imam yang baik bagi keluarga kecilku.

Aku ingin ingatkan anakku untuk penuhi shalatnya dengan mengusap kepalanya dan mengajaknya shalat berjamaah.

Aku berjanji untuk carikan harta yang halal bagi mereka.

Aku ingin keluargaku menjadi makhluk yang bermanfaat bagi umat.

Bismillah, semua itu kusebut untuk kulakukan. Dan semoga tercapai di 2014.

Perih. Tapi Bukan Halangan.

Jas putih, yang selalu tampak tegap dan membawa bayang-bayang sehat di benak pasien. Ya, ini kami, sebuah profesi dimana kami butuh 10000% profesionalisme, hati, dan keikhklasan. Dokter….

Di negeri kami yang katanya luas, kaya, dan berpotensi sejahtera, kami mengabdi, tersebar di sudut wilayahnya. Kerja kami 24/7, gajipun juga 24/7, setiap tanggal 24, tujuh bulan sekali. :)

Belakangan ini kesedihan kami memuncak, sejawat disiram kopi, dipenjara dengan dakwaan malapraktik, lantas kami mogok. Seantero negeri bercuap bahwa dokter menelantarkan pasien. Padahal sabtu minggu poli tutup juga tidak masalah.

Sungguh, cedera sudah perasaan kami, bahkan wakil ketua lembaga hukum tertinggi menghujat kami. Katanya dokter lebih mudah dari montir. Katanya kalau pasien mati tinggal bilang saja, nasib. Mereka tidak tau rasanya batin pecah karena belum bisa menyelamatkan nyawa pasien.

Sekali aksi, kami disorot habis-habisan. Padahal aksi kami bukan menuntut macam-macam. Hanya ketenangan bekerja dan rasa aman jika belum  berhasil menolong. Sumpah dokter mengajarkan untuk menolong sampai maksimal. Apa penjara ganjaran yang pas untuk kegagalan menyelamatkan nyawa?

Sakit. Batin kami sakit. Namun kami bukan tipikal makhluk tukang balas dendam. Kami akan tetap kerjakan semua pasien yang berobat sepenuh hati.

Salam sehat dari kami, yang masih berusaha memperbaiki diri tanpa diakui oleh penguasa negeri yang dulu ketika kampanye berkata mau tinggkatkan kesehatan Indonesia, nyatanya nasib kami ditelantarkan.

Insya Allah, kami akan tetap mengabdi untuk kesehatan. Dan kami memegang prinsip : Tuhan tidak tidur. Dia melihat keikhlasanmu. :)

Get Inspired by This :)

Cintaku memang tak bersuara
Ia ada, namun sembunyi
Belumlah ia menampakkan diri
Seraya menunggu, ia ku pendam
Ku pendam, lalu ku kunci
dengan ketaatanku pada sang Maha Kuasa
Pada saatnya nanti,
Juga akan kubuka dengan kunci ketaatanku padaNya
Biarlah tak terlihat,
karena kuingin cinta ini bersinar pada yang tepat
Kalaulah ini adalah cinta dalam diam
Kurelakan ia tetap dalam kesunyiannya
Demi RidhaMu, yaa Rabb..


Anonim.

Memangnya Kita Siapa?

Ah, hari ini (8 September) hari bahagia untuk seniorku. Kak Isnan yang akhirnya mengakhiri sesi jomblo di usia 24 tahun. Kisahnya unik. Inspirasinya banyak.

Bukan cara konvensional. Bukan juga syari’at perfeksionis yang sempurna. Proses orang belajar. Tapi kesungguhannya nomor satu.

Persiapannya bukan dimulai dari “dengan siapa”. Kakakku yang satu ini lebih suka dengan “aku punya apa, apa aku pantas”. Hmm menarik.

Kebanyakan kita terbalik paradigmanya. Calonnya mana baru usaha, tidak salah tapi ya, itu konvensional, mainstream. Sekarang kan lagi jaman yang antimainstream. Antimainstream boleh, asal sesuai aturan. Seperti jadi orang unik itu boleh. Tapi pastikan uniknya berguna.

Konvensional soal pasangan hidup boleh. Cuma aku mau tanya satu hal untuk diriku sendiri sih. “Kamu siapa? Memangnya itu wewenang siapa? Enak aja you main asal hajar saja.”

Kembali ke kisah kakakku. Konon maharnya ada lah sejumlah yang tertentu ditambah Surat Ar-Rahman. Cantik.

Aku iri, bukan iri dengan pernikahannya. Iri dengan caranya yang menjaga agar asumsi diri tidak mendahului takdir. Semoga Allah memberi aku kesempatan untuk menjawab pertanyaan “memangnya kamu siapa?” dengan jawaban “aku hambaMu yang belajar”

“Mau hidup boros ndak perlu belajar. Ngirit yang perlu belajar”

—   Mbak Yatik, Pengusaha Snack di Surabaya

Decission Making..

Kamu butuh ketenangan dan keikhlasan..

Kamu butuh hati yang bersih..

Kamu butuh pertimbangan orang lain, tapi tak untuk menggoyahkanmu

kamu butuh mendengar, tapi tak untuk menutup telingamu rapat-rapat.

Hidup adalah memilih

Kedekatan Kepada Tuhan yang (Hanya) Muncul Saat Sulit

A Random Post yang selalu muter di kepala saya.. Cuma renungan mengenai kualitas diri yang begini-begini aja malah cenderung turun. dan kebanyakan cari pembenaran..

Sebuah sifat manusiawi, ketika berjaya, besarlah sombongnya. Sebuah kewajaran yang biasa ketika sulit, maka manusia lari mencari siapa Tuhannya.

Hayyam Binaa, Mu’min Sa’ah.. Sering salah tafsir menjadi “mumpung bisa ibadah, ibadah yang banyak, kalau males, yasudah”. 

 

Al Imaanu Yazidu wa Yanqus..  dianggap sebagai sebuah takdir. dikatakan iman naik dan turun. iman naik sulit, dan turun secepat unta lepas kemudian lari. Namun manusia seringkali lebih suka melihat unta lari daripada diminta mendaki gunung untuk melihat keindahan usahanya mendekati Tuhan.

 

Udkhul Fi-ssilmi Kaaffaah.. Maknyanya : ayo kalo islam, jangan setengah-setengah bos! sulitnya setengah mati. 

Bertahan dalam taat jauh lebih sulit ketimbang sabar dan bangkit dari jatuh yang sakit sekali.

Closing Quotes..

Bertauhid itu seperti becocok tanam, babat habis dulu semak-semaknya, tanami, lalu dirawat.

Jika tak dibabat semaknya, maka tanamanmu kerdil.

Jika tak kau tanami, maka yang tumbuh tanaman liar.

Back To Basic

Sedikit berpikir filosofis. Kenapa sih manusia ada yang bahagia, ada yang sengsara, ada yang (kelihatannya) nikmatnya cukup tapi tidak pernah puas, ada yang sedang dalam pilihan tetapi tidak bisa milih dan gelisah, ada orang yang diuji seberat apapun eh dia hepi hepi saja..

This kinda post maybe a bit expired. Idealis kalau mau nulis seperti ini, but this one seems very important. This could be a fine solution for anyone.

God Is The Key. Human Often (only) Ask God When They’re in Trouble..

When you want to start anything, Back to Basic : GOD

When you’re in Trouble, Back to Basic : GOD

When you’re succeed, Back to Basic : GOD

When you have to choose, Back to Basic : GOD

Whenever, Whatever, Whoever, Anytime, Anywhere, 

Back to Basic : GOD
Sweet. Taken From photographytechtips.wordpress.com